Cara termudah untuk menggunakan level pivot point dalam perdagangan forex Anda adalah dengan menggunakannya seperti level support dan resistance reguler Anda.

Sama seperti support dan resistance yang bagus, harga akan menguji level berulang kali.

Semakin banyak pasangan mata uang menyentuh level pivot kemudian berbalik, semakin kuat levelnya.

Sebenarnya, "pivoting" berarti mencapai level support atau resistance dan kemudian berbalik.

Jika Anda melihat bahwa level pivot bertahan, ini bisa memberi Anda beberapa peluang perdagangan yang bagus.

  • Jika harga mendekati level resisttance atas , Anda bisa MENJUAL pasangan mata uang dan menempatkan stop loss tepat di atas resistance.
  • Jika harga mendekati level support , Anda bisa BELI dan stop loss tepat di bawah level tersebut.

Lihat? Sama seperti support dan resistance biasa Anda! Tidak ada yang sulit tentang hal itu!

Mari kita lihat contoh sehingga Anda dapat memvisualisasikannya. Berikut adalah grafik 15 menit untuk GBP / USD.

Pada grafik di atas, Anda melihat bahwa harga sedang menguji level support S1. Jika Anda pikir itu akan bertahan, yang dapat Anda lakukan adalah membeli di pasar dan kemudian memasang perintah stop loss melewati level support berikutnya.

Jika Anda konservatif, Anda dapat menetapkan stop lebar tepat di bawah S2 . Jika harga mencapai S2, kemungkinan besar tidak akan naik kembali, karena S1 dan S2 bisa menjadi level resistance.

Jika Anda sedikit lebih agresif dan yakin bahwa dukungan di S1 ‚Äč‚Äčakan bertahan, Anda dapat mengatur pemberhentian tepat di bawah S1.

Untuk poin take profit, Anda bisa menargetkan PP atau R1, yang juga bisa memberikan semacam resistensi. Mari kita lihat apa yang terjadi jika Anda melakukan order buy.

Dan bam! Sepertinya S1 support yang kuat! Terlebih lagi, jika Anda menargetkan PP sebagai titik take profit, Anda akan mencapai Take profit! Woo hoo!

Tentu saja, tidak selalu sesederhana itu. Anda tidak boleh hanya bergantung pada level titik pivot. Anda harus memperhatikan apakah level titik pivot sejajar dengan level support dan resistance sebelumnya.

Anda juga dapat memasukkan analisis candle dan jenis indikator lainnya untuk membantu memberi Anda lebih banyak konfirmasi.

Misalnya, jika Anda melihat bahwa doji telah terbentuk di atas S1, atau stochastic menunjukkan kondisi oversold, maka kemungkinan lebih tinggi dari S1 akan berlaku sebagai support.

Selain itu, sebagian besar waktu, perdagangan biasanya terjadi antara level support dan resistance pertama.

Terkadang, harga akan menguji level kedua dan sesekali, level ketiga akan diuji.

Terakhir, Anda juga harus sepenuhnya memahami bahwa terkadang, harga akan menembus semua level.